Jika ditinjau dari bahasa Inggris, creativepreneurship terdiri dari tiga kata yaitu creative yang berarti kreatif; keterampilan kreatif, preneur berasal dari kata enterpreneur yang berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan nilai yang kita ciptakan di mana nilai tersebut mampu mengubah pribadi, hidup dan cara kita berpikir. Lebih mudahnya entrepreneur adalah orang yang memulai usahanya sendiri (wirausaha). Sedangkan tambahan kata 'ship' di sini dapat diartikan sebagai alat atau pengetahuan yang dapat membantu terbentuknya bisnis kreatif.
Dari keseluruhan arti kata yang telah dijabarkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa creativepreneurship adalah
suatu kegiatan pendidikan atau pemberi pengetahuan tentang kewirausahaan yang bergerak dalam bidang kreatif.
 |
| Sumber: mebiso.com |
Menurut UK Department of Culture, Media and Sports Task Force, 1998, creativepreneurship dapat diartikan sebagai suatu industri yang didasari oleh ketrampilan dan kreativitas yang didukung dengan bakat yang dimiliki untuk menciptakan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu-individu.
Creativepreneurship sangat penting disosialisasikan dalam masyarakat kita karena dapat membantu menciptakan industri-industri kreatif dengan pelakunya para muda untuk meneruskan dan mengembangkan industri di negara kita. Creativepreneurship atau yang lebih dikenal dengan bisnis kreatif ini tahan segala kondisi ekonomi yang menerpa baik secara global maupun secara lokal.
Kenapa Harus Creativepreneurship?
Pengenalan bisnis kreatif pada masyarakat luas sangat penting dilakukan. Bisnis ini hanya memerlukan potensi masing-masing individu yang dengan kreativitas yang dimilikinya dapat memberikan nilai tambah pada suatu barang atau jasa. Bisnis kreatif ini tidak memerlukan modal besar. Hanya dengan mengandalkan gagasan atau ide-ide brilian yang kita miliki maka kita dapat mewujudkan bisnis kreatif ini dengan sangat mudah.
Perekonomian yang tidak stabil dan persaingan di dunia industri yang tidak sehat membuat banyak industri-industri menengah-kecil berguguran. Bahkan industri besar nasionalpun banyak yang terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja agar perusahaannya dapat tetap bertahan dalam krisis yang dialaminya. Hal ini menyebabkan meningkatnya angka pengangguran di masyarakat kita.
Salah satu cara mengurangi angka pengangguran yang semakin tinggi dari tahun ke tahun tersebut maka creativepreneurship ini dapat dijadikan salah satu jalan keluar. Bisnis kreatif dapat menciptakan banyak peluang pekerjaan. Bisnis kreatif dapat dilakukan oleh siapa saja yang memiliki daya kreatifitas yang tinggi, suka berinovasi dan memiliki segudang ide yang tak pernah terpikirkan oleh orang lain.
Tidak diperlukan modal besar untuk dapat mendirikan bisnis kreatif ini. Yang diperlukan hanya kemampuan mengolah ide yang sudah ada, kesabaran dalam menjalankannya, berani menciptakan peluang-peluang dan membuka jaringan (networking) seluas-luasnya.
Tidak hanya para sarjana yang dapat bergerak dalam bidang ini. Remaja putus sekolah, ibu rumah tangga dan masih banyak lagi orang-orang yang sebenarnya memiliki nilai lebih di dalam dirinya namun belum dapat mengembangkannya karena berbagai alasan, seperti keterbatasan waktu, tidak memiliki modal dan lain sebagainya.
Bisnis kreatif bisa menjadi jalan keluar bagi para individu maupun pemerintah untuk terlepas dari masalah pengangguran karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, dapat menambah pendapatan perkapita daerah, menjadi sumber devisa negara dan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan.
Perkembangan Bisnis Kreatif
Krisis ekonomi yang pernah melanda Indonesia periode tahun 1998-2009 membuat perkembangan bisnis kreatif menjadi semakin pesat. Bisnis kreatif tumbuh pesat ditengah-tengah polemik bergugurannya industri besar terutama industri manufaktur.
Kebanyakan industri yang ada pada umumnya harus ditopang dengan ketersediaan modal dan tenaga kerja, namun bisnis kreatif yang hanya mengandalkan penciptakaan karya. Selama pelaku bisnis kreatif terus berinovasi pada pemanfaatan keterampilan dan kreativitas dalam menciptakan produknya, maka bisnis ini akan tetap bertahan ditengah terpaan bisnis global.
Ini dibuktikan dengan terus berkembangnya industri seni rupa dan seni karya yang banyak terdapat di pulau Bali. Di pulau Dewata, bisnis kreatif mampu menopang tujuh puluh persen dari keseluruhan ekonomi di sana. Bahkan pada saat terjadi insiden bom Bali, walau industri pariwisata sempat mengalami goncangan hebat tetapi pengiriman produk dari bisnis kreatif tetap dilakukan baik ke secara nasional maupun internasional. Begitu pula dengan yang terjadi pada industri busana di Bandung serta kerajinan keramik dan gerabah di Yogyakarta.
Dalam perkembangan ekonomi dewasa ini, keberhasilan ekonomi suatu industri yang tahan goncangan sangat ditentukan seberapa banyak pengetahuan dan inovasi-inovasi baru yang dihasilkan. Peran para pekerja kreatif menjadi pusatnya karena mereka dituntut untuk berketerampilan tinggi, memiliki kreatifitas dan inovasi untuk menciptakan berbagai kekayaan intelektual yang terdaftar di badan hak cipta negara.
Kondisi ekonomi yang tidak stabil inilah akhirnya membuat para generasi muda berusaha untuk mencari jalan keluar agar terlepas dari ancaman menjadi pengangguran. Mereka menjadi pekerja kreatif yang menciptakan pengetahuan, mengaplikasikan pengetahuan tersebut serta memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk perkembangan dirinya dan lingkungannya. Melihat kenyataan ini, pada akhir Desember 2008, Presiden Bambang Susilo Yudhoyono mencanangkan tahun 2009 sebagai Tahun Indonesia Kreatif. Pencanangan ini sangat inspiratif yang akhirnya memicu terbentuknya berbagai kelompok-kelompok baik di dunia nyata maupun di dunia maya untuk saling berbagi dalam menciptakan berbagai bisnis kreatif.
Memasuki masa tahun 2007-2008, entrepreneur-enterpreneur muda mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Mereka mengambil posisi dan proyek-proyek strategis dengan ide-ide baru yang segar. Industri kreatif memang lebih banyak didominasi oleh pengusaha muda. Hal ini disebabkan karena para pengusaha muda tersebut lebih memiliki tingkat kreativitas yang tinggi, berani berinovasi dan berani mencoba konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan orang kebanyakan.
Label: Kreativitas, Tips Menulis